Kami sangat menghargai Anda jika mengutip konten blog ini dengan menyebutkan sumbernya.

Senin, 12 Oktober 2015

UIKA Peringati Milad Satu Dasawarsa Magister Manajemen


Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar peringatan milad ke-10 Magister Manajemen, Sabtu (10/10). Melalui perayaan itu, alumni Magister Manajemen UIKA Bogor ingin menunjukkan eksistensi dan kontribusi positif bagi almamater dan masyarakat Bogor.

Rektor UIKA Ending Bahruddin mengatakan hingga saat ini Magister Manajemen UIKA telah meluluskan 148 orang. Ia mengingatkan segenap sivitas akademika untuk terus berkontribusi memberdayakan masyarakat dengan disiplin ilmu yang dimiliki. 

"Memang terbilang sedikit, namun dinamis. Alhamdulillah mereka dapat menyelesaikan studinya sesuai dengan yang ditetapkan. Menurut Dikti, inilah program studi yang sehat," tutur Ending.

Kegiatan milad itu dihadiri tokoh nasional Haryono Suyono, Didin Hafidhuddin, serta perwakilan Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor. Dalam sambutannya, Haryono Suyono menceritakan tentang sosok Ibnu Khaldun, yang sejak muda telah menorehkan prestasi.

"Sosok Ibnu Khaldun dapat dijadikan contoh dan panutan bagi para generasi muda dalam berusaha, semoga Rektor dan para Dekan UIKA Bogor menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang dapat berkontribusi positif bagi Indonesia," ujarnya.

Mantan Menko Kesra RI itu berharap, UIKA tak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara duniawi. Namun, juga mampu menghasilkan mahasiswa yang menguasai Alquran dan berkarakter mulia.

"Harus SIIS, sabar, ikhtiar, ikhlas, dan syukur. Apapun yang didapat setelah berikhtiar, harus sabar dan ikhlas serta tetap mensyukuri," ujar pria yang kini menjabat sebagai Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) itu.

Sementara, sosok zakat nasional Didin Hafidhuddin berharap melalui milad satu dasawarsa tersebut, alumni Magister Manajemen UIKA dapat memberikan sumbangsih dalam bentuk ide dan pemikiran untuk dunia luas.
Sumber: http://www.republika.co.id/

Senin, 21 September 2015

Siswa SD Tewas Dipukul Teman

Siswa SD Tewas Dipukul Teman, Menteri Yohana Akan Datangi Sekolah


Siswa kelas 2 SD di Kebayoran Lama, Jakarta, berinisial A meninggal dipukul teman sekelasnya berinisial R. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise sangat menyayangkan peristiwa itu.

Yohana pun mendorong agar pengawasan terhadap anak baik di sekolah maupun di rumah bisa lebih diperhatikan.
"Saya pikir itu adalah tugas dan pengasuhan orangtua perlu, tugas sekolah juga perlu," sebut Yohana di Museum Gajah, Jakarta, Minggu (20/9/2015).
"Kalau sekolah ramah anak, tidak boleh anak-anak dibiarkan, anak-anak diperhatikan, tidak boleh ada kekerasan setiap kegiatan yang dilaksanakan anak harus aman, harus dilindungi sekolah," sambung dia.
Yohana menambahkan, jika ada sekolah lalai dalam masalah pendampingan maka Kementerian yang dipimpinnya siap turun tangan. Hal ini dilakukan demi menemukan solusi tepat dari persoalan ini.
"Nah, itu ada sekolah-sekolah yang tidak melindungi mereka. Ya, berarti kita harus mengunjungi sekolah itu," kata Yohana.
"Kami dari Kementerian sudah berikan surat kepada semua kepala pemberdayaan di seluruh provinsi untuk mendampingi sekolah-sekolah yang ada ini," tegas Yohana.
Peristiwa pemukulan bocah A terjadi pada Jumat, 19 September 2015. Kala itu A dan R sedang mengikuti lomba gambar di sekolah. Entah mengapa, perkelahian antara keduanya terjadi.
R memukul bagian kepala dan dada A hingga luka parah. Guru sekolah yang melihat A tak berdaya lalu membawanya ke Puskesmas terdekat.
Karena luka parah yang dialami, A lalu dibawa ke RS Fatmawati untuk mendapat perawatan intensif. Hanya saja, nyawanya tak tertolong. Bocah A mengembuskan napas terakhir pada Jumat malam. (Ger/Mut)
Sumber: liputan6.com