Kami sangat menghargai Anda jika mengutip konten blog ini dengan menyebutkan sumbernya.

Senin, 12 Oktober 2015

PWI Kota Bogor Sosialisasikan KEJ di Depan Guru dan Kepala Sekolah


Untuk memberikan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan dibidang Jurnalistik serta mendukung Program Pendidikan Nasional, Khusunya mensukseskan Program Pendidikan di Kota Bogor.
Maka PWI Kota Bogor, mengadakan kegiatan Sosialisasi Undang-udang Pokok Pers Nomor 40, Tahun 1999  bagi Guru dan Kepala Sekolah (Kepsek) mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Kejuruan (SMK) dan juga SMP, SMA PGRI  se-Kota Bogor dengan Tema “Sosialisasi Undang-Undang Pers Dan Etika Kewartawanan”.
Adapun acara ini dilaksanakan di gedung kemuning gading lantai satu jl Kapt. Muslihat (10-10-2015).
Acara di buka langsung oleh, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Edgar Suratman, pada Kesempatan ini Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Edgar Suratman mengatakan terkait tanggapannya dengan sosialisasi UU Pers no 40  ini, dirinya meyambut dengan positip kegiatan yang diadakan Oleh pihak PWI Kota Bogor.
“Saya mendukung dengan positip agar kepala sekolah tidak perlu lagi takut saat awak media akan meminta konfirmasi disekolah” Tutur Edgar.
Dengan adanya acara ini maka guru-guru dan kepala sekolah bisa memahami apa tugas pokok dari wartawan,seperti hak penyiaran dan keterbukaan publik sehingga antara wartawan dengan guru-guru dan kepala sekolah bisa terjalin harmonisasi kemitraan,ujarnya.
“Mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi ini kita dapat menjalin kerjasama yang baik seperti halnya didaerah lain,”pungkasnya.

Disdik Kota Bogor Buka Kelas Pendidikan Berkarakter


Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor berencana membuka kelas pendidikan berkarakter bagi siswa tingkat SMA, SMK dan MAN. Menurut Kepala Disdik Kota Bogor, saat ditemui Edupost.ID di kantornya (9/10), Edgar Suratman mengatakan bahwa kelas tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan karakter siswa yang unggul, cerdas dan mulia.
“Program ini merupakan salah satu upaya Disdik untuk memajukan prestasi siswa. Disdik juga akan mendatangkan narasumber profesional yang akan melatih serta membekali para siswa agar dapat berpretasi baik itu nasional dan internasional,” terang Edgar suratman.
Kelas ini akan dibuka pada akhir Oktober 2015 di sekolah masing-masing. Sasaran dari kelas tersebut yaitu sekolah-sekolah yang sudah memiliki prestasi yang baik dalam bidang akademik dan non-akademik, serta sekolah-sekolah yang memiliki reputasi buruk.
Kelas karakter tersebut akan membantu sekolah yang sudah berprestasi baik untuk meningkatkan prestasi siswanya. Sedangkan, untuk sekolah yang memiliki reputasi yang buruk, kelas ini membantu para siswa untuk fokus pada prestasi yang harus diraih.
Untuk mensukseskan program tersebut, Edgar menyebutkan, pihaknya akan bekerjasama dengan sejumlah instansi dalam pengisian materi diantaranya Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain itu, Disdik juga akan menggandeng Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah).
Edgar meyakini, program tersebut bisa menjadi solusi dari fenomena kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan selama ini. Pihaknya berupaya untuk mengoptimalkan pembinaan pada para siswa yang memiliki reputasi buruk melalui program tersebut.
“Jika selama ini para siswa yang bermasalah menjadi masalah di masyarakat, kini waktunya mereka menjadi solusi dari masalah tersebut,” tuturnya.

UIKA Peringati Milad Satu Dasawarsa Magister Manajemen


Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar peringatan milad ke-10 Magister Manajemen, Sabtu (10/10). Melalui perayaan itu, alumni Magister Manajemen UIKA Bogor ingin menunjukkan eksistensi dan kontribusi positif bagi almamater dan masyarakat Bogor.

Rektor UIKA Ending Bahruddin mengatakan hingga saat ini Magister Manajemen UIKA telah meluluskan 148 orang. Ia mengingatkan segenap sivitas akademika untuk terus berkontribusi memberdayakan masyarakat dengan disiplin ilmu yang dimiliki. 

"Memang terbilang sedikit, namun dinamis. Alhamdulillah mereka dapat menyelesaikan studinya sesuai dengan yang ditetapkan. Menurut Dikti, inilah program studi yang sehat," tutur Ending.

Kegiatan milad itu dihadiri tokoh nasional Haryono Suyono, Didin Hafidhuddin, serta perwakilan Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor. Dalam sambutannya, Haryono Suyono menceritakan tentang sosok Ibnu Khaldun, yang sejak muda telah menorehkan prestasi.

"Sosok Ibnu Khaldun dapat dijadikan contoh dan panutan bagi para generasi muda dalam berusaha, semoga Rektor dan para Dekan UIKA Bogor menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang dapat berkontribusi positif bagi Indonesia," ujarnya.

Mantan Menko Kesra RI itu berharap, UIKA tak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara duniawi. Namun, juga mampu menghasilkan mahasiswa yang menguasai Alquran dan berkarakter mulia.

"Harus SIIS, sabar, ikhtiar, ikhlas, dan syukur. Apapun yang didapat setelah berikhtiar, harus sabar dan ikhlas serta tetap mensyukuri," ujar pria yang kini menjabat sebagai Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) itu.

Sementara, sosok zakat nasional Didin Hafidhuddin berharap melalui milad satu dasawarsa tersebut, alumni Magister Manajemen UIKA dapat memberikan sumbangsih dalam bentuk ide dan pemikiran untuk dunia luas.
Sumber: http://www.republika.co.id/